Bawaslu Kabupaten Poso Dorong Pengawasan Inklusif, Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu
|
Poso. Keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas, sangat dibutuhkan sebagai mitra strategis dalam pengawasan partisipatif pemilu. Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Poso Helmi Mongi dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Pemahaman Kepemiluan kepada Penyandang Disabilitas yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Poso, Jumat (22/5/2026).
Menurut Helmi Mongi, pengawasan pemilu tidak dapat berjalan maksimal apabila hanya dilakukan oleh lembaga formal semata. Karena itu, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, menjadi bagian penting dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi.
“Bawaslu berkomitmen membangun pengawasan yang progresif dan inklusif. Kehadiran kelompok disabilitas bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai subjek yang ikut mengawasi jalannya proses pemilu,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh penyandang disabilitas tuna rungu, Juru Bahasa Isyarat serta narasumber Anggota Bawaslu Kabupaten Poso, Whisnu Pratala dan Ifran Tadene.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya hak politik, pengawasan partisipatif, serta peran masyarakat dalam mengawal jalannya pemilu yang jujur dan adil.
Sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen Bawaslu Kabupaten Poso dalam memberikan pemahaman kepemiluan yang setara bagi seluruh warga negara, sekaligus mendorong terwujudnya demokrasi yang adil, inklusif, dan berkeadilan sosial.
Penulis dan Foto: Iwn
Editor: Meri