IKP, DIMENSI KONTEKS SOSIAL, POSO TINGGI DI SULTENG MALIK, : KOMUNIKASI, KOORDINASI DAN KOLABORASI LEBIH DIMAKSIMALKAN
|
Poso, 31 Agustus 2020, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Poso, Abdul Malik Saleh, menghadiri undangan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor Poso dengan tema kegiatan "Dengan Latihan Pra Operasi Kepolisian Kewilayaan Mantap Praja Tinombala “ 2020. Polres Poso siap Mengamankan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 Di Wilayah Kabupaten Poso.
Selain ketua Bawaslu Poso, Ketua KPU Poso, Budiman Maliki turut hadir sebagai Pemateri pada kegiatan tersebut. Adapun peserta yang hadir adalah seluruh Jajaran Polres poso. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Andi Sapa Sudirman, Pkl. 09.00 Wita.
Kehadiran Ketua Bawaslu Kabupaten Poso sebagaimana isi undangan untuk membawakan materi terkait Pilkada Serentak tahun 2020. Dihadapan jajaran Polres Poso yang hadir sebagai peserta, Abdul Malik Saleh pada pembukaan materinya menyampaikan tugas pokok Bawaslu secara umum yakni melakukan pencegahan, pengawasan,dan melakukan penindakan.

Dokumentasi Foto: Peserta Latihan Pra Operasi Kepolisian Kewilayaan Mantap Praja Tinombala “ 2020. Polres Poso siap Mengamankan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 Di Wilayah Kabupaten Poso.
Lanjut Malik dalam materinya Bawaslu Republik Indonesia telah merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tahun 2020 pasca penundaan tahapan penyelenggaran pemilihan kepala daerah serentak yang menjadi kerangka atau acuan dalam melakukan pengawasan. Tujuan dibuatnya Indeks Kerawanan Pilkada yakni satu sebagai peringatan dini (earli worning), kedua sebagai informasi kerawanan, ketiga sebagai informasi kepada stakeholder untuk mengambil kebijakan dalam melakukan tindakan mencegah terjadinya potensi-potensi pelanggaran pada pilkada tahun 2020
Dalam Indeks Kerawanan Pemiliu tahun 2020 ada empat (4) dimensi yang menjadi indikator penilaian yakni pertama Konteks Sosial, kedua Konteks Politik, ketiga Konteks Infrastruktur Daerah dan keempat Konteks Pandemi.
Dalam paparannya, Abdul Malik Saleh, menyampaikan untuk Kabupaten Poso Indeks Kerawanan tertinggi berada pada Konteks Sosial dengan sub dimensi Gangguan keamanan (bencana alam dan bencana social), kekerasan atau intimidasi pada penyelenggara dengan penilain 61.11.
Selanjutnya bagi bawaslu, ada lima (5) point yang menjadi tantangan pilkada tahun 2020 diwilayah kabupaten poso, yakni œmelaksanakan tugas ditengah Pandemi Covid-19, kampanye hitam, Netralitas Penyelenggara Negara, Stabilitas Keamanan dan Intervensi Penyelenggara. Menyikapi hal tersebut,
Bawaslu kabupaten Poso telah melakukan pencegahan-pencegahan secara maksimal dan melakukan pengawasan secara melekat dalam setiap tahapan agar tidak terjadi pelanggaran pilkada pada setiap tahapan.
Malik menegaskan sudah merupakan tugas penting yang wajib untuk dilaksanakan oleh Bawaslu bersama jajarannya untuk dapat mensukseskan Pilkada serentak tahun 2020 bukan hanya dari segi hasil tetapi juga prosesnya harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
Olehnya, Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi antara bawaslu dan seluruh stakeholder lebih dimaksimalkan agar pengawasan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak terlaksana dengan sukses dan memperhatikan protokol kesehatan covid-19, tutup Malik.
Editor : Ben Azarya Tawonagi, S.P